Entri Populer

25 November 2010

Apakah Kita Sudah Bertakwa?





Segala puji bagi Allah, Dzat yang paling berhak untuk kita takuti dan tempat kita memohon ampunan. Salawat dan keselamatan semoga terus tercurah kepada teladan terbaik, seorang hamba yang telah diampuni dosa-dosanya namun senantiasa beristighfar dan bertaubat kepada-Nya minimal tujuh puluh kali setiap harinya, semoga keselamatan juga terlimpah kepada para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Taqwa merupakan sebab keberuntungan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (QS. al-Baqarah: 189 lihat juga QS. Ali Imran: 130 dan 200). Ini artinya, barangsiapa yang tidak bertaqwa kepada Allah maka dia tidak menempuh jalan yang akan mengantarkan dirinya menuju keberuntungan (lihat Tafsir al-Karim ar-Rahman, hal. 88).

Hal ini -keberuntungan bagi orang yang bertaqwa- adalah sesuatu yang sangat wajar dan mudah dipahami, karena orang yang bertaqwa akan mendapatkan pertolongan dan pembelaan dari Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang suka berbuat ihsan/kebaikan.” (QS. an-Nahl: 128).
Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah akan senantiasa bersama dengan orang-orang yang bertaqwa.” (QS. al-Baqarah: 194).

Yang dimaksud dengan kebersamaan Allah di sini adalah pertolongan dan pembelaan serta taufik dari-Nya, sebuah kebersamaan yang khusus bagi para rasul dan pengikut setia mereka (lihat Mudzakkirah ‘ala al-Aqidah al-Wasithiyah oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, hal. 38, lihat juga Tafsir al-Karim ar-Rahman, hal. 90)

Orang paling faqih/paham agama dalam pandangan ulama salaf adalah orang yang paling bertaqwa. Suatu ketika, Sa’ad bin Ibrahim rahimahullah ditanya mengenai siapakah orang yang paling faqih di antara penduduk Madinah? Maka beliau menjawab, “Yaitu orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayim dalam Miftah Dar as-Sa’adah (lihat Ta’liqat Risalah Lathifah oleh Abul Harits at-Ta’muri, hal. 44). Lalu apakah pengertian taqwa? Thalq bin Habib rahimahullah mengatakan, “Taqwa adalah kamu mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan bimbingan cahaya dari Allah dengan mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah dengan bimbingan cahaya dari Allah disertai rasa takut akan siksaan dari Allah.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [6/222])

Namun, mewujudkan ketaqwaan tak semudah mengucapkannya. Karena ia membutuhkan ketekunan dan kesabaran serta ketelitian dalam mengoreksi diri dan berjuang untuk memperbaikinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama, “Tidaklah seseorang itu bisa menjadi orang yang bertaqwa sampai dia menjadi orang yang sangat perhitungan terhadap dirinya sendiri melebihi ketelitian seorang pengusaha terhadap rekan usahanya, dan juga sampai dia bisa mengetahui darimanakah pakaiannya (halal atau haram), tempat makan dan minumnya.” (lihat Ma’alim fi Thariq Thalab al-’Ilm, oleh Syaikh Abdul Aziz as-Sad-han hafizhahullah, hal. 117).

Oleh sebab itu juga, tidak semestinya seorang larut dengan pujian yang dialamatkan orang lain kepada dirinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama, “Orang yang berakal adalah yang mengenali jati dirinya sendiri dan tidak tertipu oleh pujian orang-orang yang tidak mengerti seluk-beluk -kekurangan- dirinya.” (lihat Ma’alim fi Thariq Thalab al-’Ilm, hal. 118).

Perhatikanlah apa yang diucapkan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu tatkala mendengar orang-orang memuji-muji dirinya. Beliau justru berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau lebih mengetahui diriku daripada aku sendiri, dan aku lebih mengetahui diriku daripada mereka, maka ya Allah jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangka, dan jangan Engkau hukum aku gara-gara ucapan mereka, dan dengan rahmat-Mu maka ampunilah keburukan yang tidak mereka ketahui -pada diriku-.” (lihat Ma’alim fi Thariq Thalab al-’Ilm, hal. 119).

Salah satu cara untuk mengoreksi diri adalah dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang menimpa orang lain, yaitu dengan mencari tahu sebab-sebab yang mengantarkan mereka terjatuh ke dalam kesalahan tersebut (lihat Ma’alim fi Thariq Thalab al-’Ilm, hal. 120).

Sehingga, orang yang berbahagia adalah yang bisa memetik pelajaran dari kejadian yang menimpa orang lain, bukan justru dia sendiri yang menjadi bahan pelajaran bagi orang-orang di sekelilingnya akibat kekeliruan yang dilakukannya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Sesungguhnya orang yang berbahagia itu adalah yang bisa memetik nasehat dari kejadian yang menimpa orang lain.” (al-Fawa’id, hal. 140).

Salah seorang pembesar tabi’in serta tokoh ahli ibadah bernama Mutharrif bin Abdullah bin asy-Syikhkhir rahimahullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar jangan sampai ada orang lain yang lebih berbahagia dengan ilmu yang Kau ajarkan kepadaku daripada diriku sendiri, dan aku berlindung kepada-Mu agar jangan sampai aku menjadi bahan pelajaran bagi orang selain diriku.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengomentari doa ini, “Ini adalah termasuk doa yang paling bagus.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu oleh Syaikh Prof. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr hafizhahullah, hal. 20).

Dari sini, kita bisa mengetahui betapa besar peran muhasabah/introspeksi diri dalam mewujudkan ketaqwaan di dalam diri kita. Tidak mengherankan jika Allah ta’ala menyebutkan kedua perkara ini secara beriringan untuk mengingatkan kita tentang keterkaitan yang erat antara keduanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang sudah dia persiapkan untuk menyambut hari esok (hari kiamat). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap segala amalan yang kalian kerjakan.” (QS. al-Hasyr: 18).

Sementara, kita semua tahu bahwasanya pada hari kiamat kelak banyaknya harta dan keturunan tidak akan memberikan manfaat sama sekali, kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat dari gelapnya syubhat dan kotornya syahwat. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Pada hari itu -hari kiamat- tidak bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’ara’: 88-89). .

Maka ketaqwaan yang hakiki adalah ketaqwaan yang berakar dari dalam lubuk hati, bukan sekedar ucapan yang indah dan penampilan yang mengagumkan. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ketaqwaan yang hakiki adalah ketaqwaan dari dalam hati bukan semata-mata ketaqwaan dengan anggota badan.” (al-Fawa’id, hal. 136). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yang demikian itu, barangsiapa yang mengagungkan perintah-perintah Allah, sesungguhnya hal itu lahir dari ketaqwaan di dalam hati.” (QS. al-Hajj: 32). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Tidak akan sampai kepada Allah daging maupun darahnya (kurban), akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan dari kalian.” (QS. al-Hajj: 37).

Pertanyaan paling mendasar bagi kita sekarang adalah, “Apakah kita masih memiliki hati?”. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Carilah hatimu pada tiga tempat; ketika mendengarkan bacaan al-Qur’an, pada saat berada di majelis-majelis dzikir/ilmu, dan saat-saat bersendirian. Apabila kamu tidak berhasil menemukannya pada tempat-tempat ini, maka mohonlah kepada Allah untuk mengaruniakan hati kepadamu, karena sesungguhnya kamu sudah tidak memiliki hati -yang hidup- lagi.” (al-Fawa’id, hal. 143). Allahul musta’aan…

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Cara bahagia dalam berumah tangga.



Meski seseorang gagal karirnya di luar rumah, tetapi sukses membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, maka tetaplah ia dipandang sebagai orang yang sukses dan berbahagia. Sebaliknya orang yang sukses di luar rumah, tetapi keluarganya berantakan, maka ia tidak disebut orang yang beruntung, karena betapapun sukses diraih, tetapi kegagalan dalam rumah tangganya akan tercermin di wajahnya, tercermin pula pada pola hidupnya yang tidak bahagia.

hidup menjadi gelisah, tak tenang karena kegagalannya dalam membina rumah tangga. Itulah sebabnya Pasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga idiomnya menjadi keluarga bahagia. Maknanya, tujuan dari setiap orang yang membina rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh budaya bangsa menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang sebenarnya.

Menikah tidak terlalu sulit, tetapi membangun keluarga bahagia bukan sesuatu yang mudah. Pekerjaan membangun, pertama harus didahului dengan adanya gambar yang merupakan konsep dari bangunan yang diinginkan. Gambar bangunan (maket) bisa didiskusikan dan diubah sesuai dengan konsep fikiran yang akan dituangkan dalam wujud bangunan itu. Demikian juga membangun keluarga bahagia, terlebih dahulu orang harus memiliki konsep tentang keluarga bahagia.

Ada 5 konsep membangun keluarga bahagia.

1.Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (QS. Ar Rum:21).
21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu dan "nggemesi", sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah.

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q.S. Al BAqoroh :187).
187. ........... mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi mereka. ……

Fungsi pakaian ada tiga, yaitu (a) menutup aurat, (b) melindungi diri dari panas dingin, dan (c) perhiasan. Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik di luaran tampil menarik orang banyak, di rumah "nglombrot" menyebalkan.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Qs.Al Maidah:19).
19. ....... dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata[279]. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

[279] Maksudnya: berzina atau membangkang perintah.

Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami.

4. Suami istri senantiasa menjaga Makanan yang halalan thayyiban. Menurut hadis Nabi, sepotong daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar). Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya. QS. Al Baqoroh: 172
172. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

5. Suami istri menjaga aqidah yang benar dan persangkaan belaka.
QS. Yunus:36

36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690]. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.

[690] sesuatu yang diperoleh dengan prasangkaan sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan.

Akidah yang keliru atau sesat dan keyakinan yang didasarkan pada perkiraan belaka misalnya mempercayai kekuatan dukun, majig dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rasional, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.

Mari kita renungkan ayat dibawah ini berkatian dengan persangkaan ;
QS. 53 An Najm: 28
28. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

QS. 6 Al An'am : 116
116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)[500].

[500] seperti menghalalkan memakan apa-apa yang Telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang Telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah mempunyai anak.

Wa ALLOHU A’lam semoga bermanfaat.

Derajat manusia berdasar ucapan lisan




Kadang kita temui, seseorang yang mestinya kita hormati dan kita kagumi dan diharapkan banyak contoh dan tauladan yang kita ambil hikmah dan tiru. Ternyata kita kecewa karena satu hal : omongannya. Terkadang menyakiti, terlalu menusuk, terlalu sombong, terlalu mengatur dan menggurui , terlalu sok tahu. Pokoknya " terlaluterlalu" yang lain-lah. Seningga sekali lagi mengurangi rasa hormat dan kagum kita.

Berbicara amatlah mudah, hanya menggerakkan lidah tanpa harus mengeluarkan tenaga ataupun biaya, tetapi dampaknya amatlah luar biasa bisa mengukur derajat seseorang atau bahkan menentukan nikmat atau bencana dunia akherat.

Nabi kita tercinta Muhammad s.a.w. sungguh terpelihara lisannya, beliau tidak berkata kecuali yang benar, akurat, tak ada yang sia sia, bersih dari maksiat, tak melukai hati sarat dengan makna, penuh dengan ilmu, melimpah hikmah, runtut. Indah mudah dicerna, dan menggugah serta merubah menuju kebaikan siapapun yang tulus menyimaknya.

Rahasianya adalah buah dari hati yang tulus jauh dari riya, hati yang tawadhu tak tersentuh sombong dan takabur, hati yang penuh kasih sayang bersih dari dengki dendam dan benci,..hati yang bersih.. bening.

Dan pula selalu berhati hati, pandai membaca situasi, tepat memilih kata, jitu memilih waktu dan suasana, sehingga hanya manfaat dan manfaat yang bertabur, bila mendengar tutur katanya selalu benar.

4 Tingkatan Derajat orang yang berbicara :

1. DERAJAT MULIA -cirinya adalah bila berkata sarat dengan hikmah, tak sia sia, ilmu dan zikir, sehingga apapun yg dibicarakan niscaya membawa manfaat bagi siapapun yang mendengarkannya

2. DERAJAT ORANG BIASA -ciri khasnya adalah sibuk menceritakan peristiwa, heboh segala diceritakan bahkan terkadang lebih banyak bumbu penyedap berbau bohong, kata berhambur banyak tapi miskin dari arti dan makna, sayang memang banyak membuang waktu yang amat berharga tanpa membawa manfaat.

3. DERAJAT ORANG RENDAHAN -cirinya adalah sibuk mengeluh, mencela, menghina, menggerutu, komentar negative untuk apa saja, sulit didengar kebaikan dari mulutnya.. inilah ciri-ciri orang berpenyakit yang mulai kronis hatinya, akan merusak suasana dan menghancurkan amalnya sendiri serta tak disukai orang lain,

4. DERAJAT ORANG DANGKAL - cirinya adalah sibuk menceritakan dirinya sendiri, jasa baiknya, kekayaannya, kedudukannya, amal amalnya tentu maksudnya agar dirinya dihargai, dipuji dan dihormati padahal yang terjadi adalah sebaliknya.. benar benar sebaliknya, hina dina tak berharga. naudzulbillahi min dzalik !!!

Sumber : AA Gym

30 Agustus 2010

IMAN7

IMAN6

IMAN5

IMAN4

IMAN3

IMAN2

IMAN1

TA'AWUDZ



"Au dzubillah himinashsyaitanirrajim
bismillahirrahmannirrahim"

Tafsirannya:
Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang dirajam, dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.

Bacalah ayat di atas sebelum memulai kerja apa saja ,karena dengan bacaan ini akan keluarlah iblis dan syaitan yang berada didalam tubuh kita dan juga di sekeliling kita, mereka akan berlari keluar seumpama cacing kepanasan.

Sebelum masuk rumah, bacalah ayat di atas,kemudian bacalah surah Al-Ikhlas ( ayat: Qulhuwallahu Ahad. Allahussamad. Lam yalid walam yu-lad. walam yakul lahu kufuwan ahad.) sebanyak 3 kali.

Masuklah rumah dengan kaki kanan dan dengan membaca bismillah. Berilah salam kepada anggota rumah dan sekiranya tiada orang di rumah berilah salam kerana malaikat rumah akan menyahut.


Amalkanlah dan jangan tinggalkan sholat karena salam pertama ( wajib) yang diucapkan pada akhir sholat akan membantu kita menjawab persoalan kubur. Apabila malaikat memberi salam, seorang yang jarang bersholat akan sukar menjawab salam tersebut. Tetapi bagi mereka yang biasa sholat, amalan dari salam yang diucap di akhir sholat akan menolongnya menjawab salam malaikat itu.

Sabda Rasulullah S.A.W yang artinya : Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga. (Demikian diterangkan dalam Tadzikaratul Qurthuby).

Rasulullah SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada ummatnya: Siapakah antara kamu yang dapat khatam Qur'an dalam jangka masa dua-tiga minit? Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah Saiyidina Ummar telah mengatakan bahwa mustahil untuk mengatam Qur'an dalam begitu cepat.

Kemudiannya Sayyidina Ali mengangkat tangannya. Sayyidina Ummar bersuara kepada Sayidina Ali bahwa Sayyidina Ali (yang kecil pada waktu itu) tidak tahu apa yang dikatakannya . Lantas Saiyidina Ali membaca surah Al-Ikhlas 3 kali.

Rasulullah SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Sayyidina Ali betul. Membaca surah Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 jus kitab Al-Quran. Lalu dengan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali qatamlah Quran karena sama dengan membaca 30 jus Al-Quran.

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Ketika saya (Rasulullah SAW) isra’ ke langit, maka saya telah melihat Arasy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kpd orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik ia laki-laki maupun perempuan.

Sabda Rasulullah SAW lagi : Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya Qul Huwallahu Ahad itu tertulis di sayap malaikat Jibrail a.s, Allahhus Somad itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s, Lamyalid walam yuulad tertulis pada sayap malaikat Izrail a.s, Walam yakullahu kufuwan ahadu tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.

Nota :
Seperti mana sabda Rasulullah SAW 'Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat'.

Sesungguhnya apabila anak Adam meninggal, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

1) Sedekah/amal jariahnya
2) Doa anak-anaknya yang soleh
3) Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.

~Wallahu alam~

NASEHAT LUQMAN


Diantara nasehat Luqman yang terdapat dalam surah Luqman adalah :
1. Jangan mempersekutukan Allah. (QS. Luqman [31]:13)
13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

2. Berbuat baik kepada dua orang ibu-bapanya. (QS. Luqman [31]:14)
14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
[1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

3. Sadar akan pengawasan Allah (QS. Luqman [31]:16)
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha mengetahui.
[1181] Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.

4. Dirikan salat. (QS. Luqman [31]:17)
5. Perbuat kebajikan (QS. Luqman [31]:17)
6. Jauhi kemungkaran (QS. Luqman [31]:17)
7. Sabar menghadapi cobaan dan ujian (QS. Luqman [31]:17)
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

8. Jangan sombong (QS. Luqman [31]:19)
19. dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1182] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.

7 KALIMAT PENUH MANFAAT


1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut diungkapkan.

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini

6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidah.

Mudah-mudahan kita dimudahkan untuk melaksanakan diberikan kekuatan, kemampuan dan kemauan sehingga terasa ringan dan : mudah aamiin ( abu yafa ).

25 Februari 2010

Istriku sakit gondhongen 2


Hari ini kamis 25 Februari 2010 istriku ke dokter lagi, karena sakit gondhongen yang dulu kelihatannya kambuh. Atau dulu pengobatannya belum tuntas, tak tahulah. Yang jelas sejak kemarin sore kelihatan pendiam dan : untuk ngomong sakit, katanya. Dan untuk mengunyah juga sakit , tambahnya.

Ternyata saya harus cari banyak infromasi tentang sakit gondhongen ini, bukan hanya dikalungi pace seperti yang saya ceriterakan kemarin: http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL2FkdWxnb3Bhci5maWxlcy53b3JkcHJlc3MuY29tLzIwMDkvMTIvcGFyb3RpdGlzLWdvbmRvbmdhbi5wZGY=
Parotitis (Gondongan)
Jika dibandingkan dengan campak atau cacar air, gondongen tidak terlalu menular. Kebanyakan
penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur 2-15 tahun, namun pada orang dewasa justru lebih
berat. Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun. Jika seseorang pernah menderita
gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.
Yang terkena biasanya adalah kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan
rahang.
Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat,
payudara dan organ lainnya.
Masa inkubasi adalah 14-24 hari.
Gejala dan tanda

Nyeri pada salah satu atau kedua kelenjar liur, disertai bengkak

Demam ringan, nyeri pada otot leher dan rasa lemas, sakit kepala

Nafsu makan berkurang, merasa tidak enak badan

Puncak bengkak pada 1-3 hari, dan berakhir pada 3-7 hari

Sudut mandibula tidak jelas

Posisi daun telinga meningkat

Makanan denagn rasa asam menyebabkan rasa nyeri pada kelenjar liur
Gejala lain yang mungkin ditemukan:
- nyeri testis
- benjolan di testis

pembengkakan skrotum (kantung zakar).
1.
Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena
mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi
kemandulan.
2.
Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan
dan jarang menyebabkan kemandulan.
Gondongan (Mumps, Parotitis Epidemika) adalah suatu infeksi virus
menular yang menyebabkan pembengkakan unilateral (satu sisi) atau
bilateral (kedua sisi) pada kelenjar liur disertai nyeri.
Mumps disebabkan oleh paramyxovirus.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin
atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-
benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.
Komplikasi
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa
penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2
minggu.
Komplikasi bisa terjadi pada organ selain kelenjar liur, terutama jika
infeksi terjadi setelah masa pubertas.
Komplikasi bisa terjadi sebelum, selama maupun sesudah kelenjar liur
membengkak; atau terjadi tanpa disertai pembengkakan kelenjar liur.
________________________________________
Page 2
3.
Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala,
kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang.
4.
5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-
6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang
permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
5.
Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita
merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1
minggu dan penderita akan sembuh total.
6.
Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam
jumlah yang banyak
7.
Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
Pemeriksaan penunjang
Peningkatan serum amilase
Pada cairan serebrospinal terdapat leukositotis
leukopenia
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menunjukkan adanya
pembengkakan di daerah temporomandibuler (antara telinga dan rahang).
Pengobatan
Istirahatkan penderita selama masih demam dan pembengkakan kelenjar parotis masih ada. Karena
terdapat gangguan menelan/mengunyah, sebaiknya diberikan makanan lunak dan hindari minuman
asam karena dapat menimbulkan nyeri.
Daerah pipi/leher bisa juga dikompres secara bergantian dengan panas dan dingin.
Obat pereda nyeri (misalnya asetaminofen dan ibuprofen) bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala
dan tidak enak badan. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko
terjadinya sindroma Reye.
Kortikosteroid diberikan selama 2-4 hari dan globulin gama dipikirkan apabila terdapat orkitis.
Jika terjadi pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani tirah baring.
Untuk mengurangi nyeri, bisa dikompres dengan es batu.
Jika terjadi mual dan muntah akibat pankreatitis, bisa diberikan cairan melalui infus.
Pencegahan
Vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
Vaksin gondongan biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan campak dan rubella (MMR),
yang disuntikkan melalui otot paha atau lengan atas.

Setelah periksa ternyata di sarankan dari dokter umum ke dokter spesialis saraf. Dari tes segala yang diperintahkan dokter , tidak ada kelainan. Tapi air mata terus keluar dan terasa ngilu bila untuk mengunyah serta kena sinar terang agak pedih .

Saat ini istriku istirahat dirumah. Dengan doa dan harapan semoga dengan kesabaran menerima anugrah ini dosa-dosa berguguran. Dan setelahnya tinggal sehat wal afiatnya saja aamiin.

Semoga engkau sabar istriku, semoga cepat sembuh.

QS. 26. Asy Syu'araa' : 80
80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

( Abuyafa ).

23 Februari 2010

Ketika mengingat mati.


Wah judulnya serem dan menakutkan. Tapi nanti dulu, setiap kita sebetulnya menuju kesana : kearah kematian. Sadar atau tidak, Mau atau tidak. Siap atau tidak.

Terus kalau sudah begitu bagaimana ?. Ya.. tinggal menjalani saja. Menjalani tahap-tahap dan langkah-langkah yang mengantar kita pada satu titik : kematian.

Koq nggak mudheng to...?? . Begini, ibaratnya kita mempunyai lempengan emas atau sesuatu sangat berharga itulah yang bernama hari. Ya ibaratnya lempengan emas yang kita punyai sebanyak jatah umur kita, misalnya 70 tahun kali 365 hari= 25.550 hari atau batang lempengan emas. Dan usia kita saat ini sudah berapa ?? misalnya 45 tahun = 16.425 hari atau batang lempengan emas. Berarti…… jatah hidup kita didunia = 25.550 – 16.425 =9.125 hari atau batang lempengan emas.
Terus gimana diriku ?. Apakah yang sudah 45 tahun = 16.425 hari atau batang emas sudah engkau gunakan sebaik-baiknya ??. Atau bahkan engkau sia-siakan berlalu begitu saja tanpa ada bekas yang bermakna. Atau justru engkau gunakan dengan merusaknya sehingga banyak beban yang memberati langkah kedepan ?.

Bagaimanapun juga, 16.425 hari atau batang lempengan emas itu tidak akan kembali lagi, Semua sudah berlalu. Dengan upaya dan kendaraan apapun 16.425 itu tidak akan bisa datang lagi dan kita nikmati. Sudah menjadi masa lalu.

Kita tinggal mempunyai 9.215 hari atau lempengan batang emas. Yang penuh arti dan makna. Dapat kita gunakan apa saja, karena begitu berharga. Dan itupun jika kita dijatah umur 70 tahun, jika tidak ??. Jangan-jangan disaat kita berhitung 9.215 , 8.500 , 1.000 atau hari ini adalah hari atau lempengan emas yang kita punya dan nikmati yang terakhir kali.
QS. 63. Al Munaafiquun : 11

11. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Semoga ada manfaatnya untuk diri kita istriku, ( Abu Ya fa ).

Shalat khusyuk kenapa sulit ?


Shalat khusyuk merupakan idaman dan dambaan setiap muslim. Termasuk diriku, betapa ingin setiap shalat mampu memberikan makna mendalam dalam kehidupan. Membekas dan memantapkan langkah.
Namun sayang semuanya belum sesuai dengan yang kuharapkan. Sudah saya usahakan sepenuh hati namun khusyuk yang didamba belum didapat. Sudah diikuti langkah- langkah praktis namun juga belum mampu menghadirkan khusyuk dalam setiap shalat.

Berbagai pernyataan ulama untuk mencapainya seperti : Menghadirkan hati, faham, takut, berharap dan lain-lain sudah dimaksimalkan untuk praktek. Dan sekali lagi belum semua sesuai harapan tercapai. Lantas bagaimana ?. Kursus atau pelatihan shalat khhusyuk-pun pernah kuikuti dan sudah kuikuti pula tahapan-tahapannya. Namun sekali lagi belum sesuai yang kumau.

Dhuh ALLOH betapa ruginya jika setiap shalatku tidak bermakna. Padahal shalat yang ENGKAU hisab pertama kali. Dhuh ALLOH betapa lemahnya hamba-Mu ini. Mohon berilah petunjuk agar setiap shalat hamba mencapai makna baik bagi diri ini atau dihadapan-Mu - aamiin.

Lega rasanya setelah berdoa - pasrah. Dan apa yang terjadi berikutnya adalah tinggal menunggu dan menerima. Menunggu tuntunan ALLOH memberikan kekhusyukan dalam setiap shalatku dengan menerima segala rasa dalam setiap gerak dan bacaan. Kuikuti saja, ternyata nikmat. Hanya itu kata yang tepat : nikmat. Nggak usah berteori yang muluk-muluk, hanya mengikuti. Dan akhirnya hanya itu yang terasa : nikmat ; entah khusyuk itu kayak gini yang sering kurasakan atau yang lainnya dan bagaimana. Soalnya tidak pernah ada definisi khusyuk yang tepat menurut saya, karena itu berkaitan dengan rasa.

Eh saya bukannya riyak istriku tapi hanya berbagi. Dan maafkan suamimu jika dalam shalat malam tidak pernah mengajakmu berjamaah. Karena saya ingin menikmati : nikmatnya - dan mungkin mengganggu kenikmatan juga bagimu.

QS. 002. Al Baqarah : 45-46 :

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. ( Abu Ya fa )

Aku ikut


Ketika ada kegiatan RT memindahkan poskamling, maka seluruh warga RT turut andil menggotongnya dari tempat yang akan dibangun rumah ke tempat lain tepat didepan rumahku.

Terlihat indahnya karakter warga, ada yang hanya teriak memberi aba-aba, ada yang sungguh-sungguh dan ada yang hanya menonton terbengong-bengong. Tapi, saat ditanya siapa yang ikut memindah poskamling : saya yakin semua warga akan mengangkat tangan sebagai jawaban – aku ikut.

Dari pelaksanaan kewajiban yang menjadi tugas kita - baik di tempat kerja atau sebagai hamba - terkadang kita juga selalu mengikutkan aku untuk andil dalam peran. Betapa peran aku bahkan lebih dominan. Semua kalah. Semuanya tertutup oleh aku.

Padahal kalau sudah yang bicara aku bisa jadi itu pertanda dari kemunduran rasa diri yang seharusnya besar menjadi kecil. Yang seharusnya bernilai menjadi kurang bernilai. Yang seharusnya ikhlas sebagai puncaknya namun menjadi riya’ dan serendah-rendahnya.

Wahai diriku dan istriku, sudahkah engkau tidak turut dalam segala tindakan yang seharusnya engkau tidak ikut ?. Semoga.

Quran surat Al Bayyinah : 5

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

Semoga ada manfaatnya . ( Abu Ya fa ).

9 Februari 2010

Ketika ikan bertasbih


Wah judulnya kayak judul novel dan film terkenal saja. Tapi apa yang terungkap dari judul tersebut ?. Mari kita ikuti tulisan berikut.
Bahwa ikan yang dikolam otomatis hidup di air pasti terlihat insang dan mulutnya yang senantiasa : tertutup dan terbuka – begitu seterusnya.
Seakan-akan melafatkan kata tertentu, dan kata yang tepat adalah kata ALLOH .

Dan apa yang terjadi ? saat ikan bertasbih melafatkan asma ALLOH ?. Hidupnya terjamin. Setiap hari selalu saja ada makanan yang diperuntukkan buat ikan. Karena dikolam jika kolamnya kotor maka dibersihkan oleh pemilik kolam.

Dan tiba saatnya harapan pemilik memanen ikan. Tentu dipilih ikan yang paling besar dan gemuk yang menjadi kepuasan dan kebanggan pemilik kolam.

Akankah aku menjadi kebanggaan dan memberi kepuasan bagi penciptaku sebagai pemilik diri dan segalanya ?. Atau paling tidak menjadi seperti ikan yang selalu bertasbih sehingga hidup terjamin dan kesudahannya terserah kepada pemilik.
Quran Surat : Al Bayyinah : 7 – 8 :
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Semoga Ada manfaatnya .( Abu Yafa ).

Maaf telepon yang anda tuju sedang sibuk, di luar batas area jangkauan atau tidak diaktifkan.


Suara seperti dalam judul yang kedengar saat kutelepon istriku. Bingung dan kesal. Penuh tanda tanya, Kenapa ? kemana?. Pikiran jadi tidak enak karena meningingat istriku sekarang sedang sakit istirahat tiga hari dirumah.

Setelah jam dua siang saat mengantar Fina anak keempat pulang sekolah, ternyata sebelum kutanya istriku sudah mendahului :- tadi telepon tidak kuaktifkan karena saya tidur- dengan tanpa beban sama sekali. Ya sudah, karena sudah yakin tidak ada apa-apa dan semua, baik-baik saja - langsung saya cabut lagi meneruskan cerita sampai jam setengah lima sore nanti, ke kantor.

Sepanjang perjalananku kekantor fikiran mereka-reka tentang nada sambung tadi. Maaf telepon yang Anda tuju sedang sibuk, berada diluar batas area jangkauan atau tidak diaktifkan.
Rekaan saya mengarah pada keberagamaanku dan keyakinanku. Jika aku menginginkan selalu nyambung dengan pencipta , ternyata harus : tidak sibuk, dalam batas area jangkauan serta selalu aktif.

Nakh ini, untuk tidak sibuk berarti aku harus selalu ingat dan merasa selalu dekat dan diawasi-Nya. Sedang berada dalam batas area jangkauan berarti harus selalu dalam bingkai perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya . Dan yang terakhir selalu aktif berarti aku harus berusaha sepenuh kekuatan dan upaya untuk mendapatkan keridhloan-Nya agar selalu dapat menangkap sinyal-sinyal kebaikan dari kasih- sayangNYA.

Dhuh !!, terasa berat sekali rasanya. Bagaimana tentang langkah kita istriku ?. Masih ingatkah saat khutbah walimah dulu bapak penceramah menanyakan tentang dua hal yang kita jawab satu hal saja. Pertanyaan saat itu masih ingat saya : Mas nganten dan mbak nganten…., apakah keluargamu nanti akan engkau bawa ke syurga atau ke neraka ? saat itu kita menjawab ke SYURGA…. hampir bersamaan.

Semoga ALLOH SWT. selalu menunjukan jalan kearah kebaikan dan mengumpulkan kita kepada orang-orang yang benar sehingga kita mampu melangkah kearah jawaban saat bapak penceramah saat walimah dulu.

Untuk memacu dan meluruskan tujuan kita ada baiknya mari merenungkan dan meresapi firman ALLOH SWT. dalam Quran surat : 016. An Nahl : 128 :

128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Semoga ada manfaatnya ( Abu Yafa )

8 Februari 2010

Sebuah makna buat istriku


Istriku, kalau mau kita menginventarisir jenis kenikmatan : ternyata kita semakin dihadapkan pada sesuatu yang sifatnya sementara alias cepat berlalu.
Ambil contoh saat kita belum menikah, alangkah indah dan nikmatnya saat akad nikah. Setelah akad nikah berlangsung, alangkah indahnya saat duduk dipelaminan, dengan berbagai tamu yang datang. Saat dipelaminan dan tamu masih berjubel, alangkah indahnya tamu segera pulang dan masuk ke kamar pengantin. Saat masuk kekamar pengantin, ternyata itupun belum mendapatkan puncak harapan kita. Baru setelah pakaian yang melekat lepas dari badan dan menyatunya kasih-sayang, saat itu terasa kenikmatan yang kita harapkan.

Ya, setelah pakaian yang melekat lepas dari badan dan menyatunya kasih sayang, itulah saat yang mengantar pada kebahagiaan sejati.
Ternyata, demikian juga hidup ; setelah semua yang melekat pada kehidupan kita lepas dan menyatunya kasih sayang kita dengan kasih sayang-Nya itulah puncak kebahagiaan hakiki.
Semua yang melekat dikehidupan kita : jabatan, harta, keturunan, wajah yang menawan – dll. Ternyata tidak ada artinya dihadapan-Nya. Baru bermakna saat kita arahkan pada suatu amal yang hanya ditujukan kepada-Nya.
Ya, amal yang ikhlas hanya untuk-Nya bukan suatu perbuatan atau amal yang disertai ke-aku-an dan yang lainnya.

Kasih sayang kita sebagai hamba merupakan bukti pengabdian dan kasih sayang-Nya merupakan bentuk ke Maha besaran-Nya yang mempunyai sifat Kasih dan Sayang. Jadi seakan tidak ada korelasi antara besarnya pengabdian kita dalam bentuk ibadah kita dengan Kasih Sayang-Nya.
Artinya jangan sampai ibadah yang seharusnya sebagai pengabdian hamba - kita jadikan modal menuntut sesuatu kepada-Nya.
Kita diwajibkan berdoa memang, tapi hasil dan pemberian tergantung kepada-Nya.

Istriku, sudahkah kita berjalan menuju kesana ? mudah-mudahan jalan kita tidak salah dan selalu ditunjukkan jalan terbaik oleh-Nya.

Untuk menguatkan niat kita istriku, Quran surat : 029. Al 'Ankabuut : 69
69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Terimakasih, selamat berjalan menuju kenikmatan tertinggi. ( abu yafa )

7 Februari 2010

Istriku sakit gondhongen




Jum’at pagi 5 Februari 2010, Istriku sudah sejak sore menyiapkan bahan bawaan untuk kegiatan work shop ke luar kota, tepatnya ke Sarangan.
Ternyata setelah semua siap tinggal berangkat, istriku mendadak panas dan rahangnya untuk mengunyah makanan sakit. Ditahan-tahan nggak kuat, keluh istriku - akhirnya ke dokter rumah sakit karena dokter pribadi prakteknya sore hari. Dari rumah sakit diberitahu dokter jaga penyebab sakitnya adalah virus yang berarti ketahanan tubuhnya menurun. Akhirnya untuk memulihkan kondisi dapat surat cuti dokter tiga hari. Batal pergi ke Sarangan.

Sungguh, luar biasa ciptaan-Nya. Alarm tubuh disaat imunitas menurun, dengan adanya sakit gondhongen istilah jawa ternyata juga ada hikmahnya. Jika dilanjutkan beraktifitas lebih giat dengan kondisi tubuh yang semakin menurun maka dimungkinkan virus penyakit yang lebih parah akan bersarang ditubuh.

Selain minum obat sesuai resep. Berdasar pengalaman masa kecil jika sakit gondhongen maka dibuatkan kalung bentis ( buah pace kecil ). Caranya pace kecil di tusuk jarum untuk memasukkan benang dan langsung dipakai kalung.

Hari ini istriku masih istirahat di rumah. Dan yang paling senang anak saya Fina, yang penuh perhatian sejak ibunya mengeluh sakit. Senang karena pulang sekolah nanti akan disambut ibunya. Weleh-weleh : ibu nanti dirumah nunggu Fina pulang sekolah, begitu katanya tanpa beban saat pamit berangkat sekolah.

Renungan buat istriku tercinta, juga mungkin berguna bagi pembaca.
Qs. 064. At Taghaabun : 11-13
11. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling Sesungguhnya kewajiban Rasul kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
13. (Dia-lah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.

Semoga cepat sembuh istriku dan sabar selalu ya …… semoga ALLOH SWT. membalas dengan kebaikan yang banyak .
(abu yafa )